ALIRAN SEMPALAN DEWASAKAN PEMIKIRAN

0leh Teh Ai
Sejarah agama-agama banyak sekali diwarnai dengan adanya aliran-aliran sesat atau aliran-aliran sempalan, sebabnya bisa bermacam-macam. Ada penyempalan yang awalnya bersumber dari wacana teologt yang ruwet, misalnya saling mengkafirkan meski sesama muslim pada saat masa-masa awal islam. Dalam agama kristen terjadi protes terhadap ortodoksi dan dominasi pimpinan greja pada abad tengah.

Ada pula yang pangkal selisihnya bersifat duniawi saja. Misalnya karena menilai ajaran agama tidak terbukti dilaksanakan sebagaimana mestinya oleh kelompok tertentu. Maka dia bersama kelompoknya menyempal lalu mendirikan kelompok baru. Dalam hal ini, intinya adalah penafsiran yang masih sangat terbuka untuk diperdebatkan.
Karena pemikiran manusia terus berkembang, sempalan-sempalanpun terus bermunculan tiap waktu.

Tiap-tiap sempalan merasa telah menemukan kebeneranya sendiri-sendiri, meskipun bagi pihak lain hal itu sangat sulit diterima, pengakuan beberapa pengikut Al-qiyadah al-islamiyah, danHDH(Hidup dibalik hidup) yang muncul di media menunjukan hal itu, jika pemimpin Al-qiyadah mengaku sebagai rasuldan telah menerima wahyupemimpin HDH Mengaku telah melakukan isra miraj serta tidak mengaku syafaat nabi mahammad saw.

Penyebaran agama sesat selalu mencari sasaranya dari kalangan remaja, cendekiyawan,ceria, dan kaya. Menurut kajari aliran sesat yang merekrut dengan cara itu diantaranya Al-qiyadah Al-islamiyah dan ajaran al=quran suci.

Langkah prefentif yang dilakukan diantaranya:
dengan cara mengumpulkan guru agama dan tokoh masyarakat untuk mejelaskan ciri-ciri aliran sesat dan cara merekrutnya.
peran ormas islam dalam mengawasi perkembangan aliran sesat sangat dibutuhkan untuk dapat mendeteksi sejak dini.

Dan langkah represif dengan melakukan tindakan sesuai dengan KUHP pasal 156 a tentang penodaan agama dan ketetapan presiden No. 1 tahun 1965, yang mengatur langkah-langkah yang ditempuh bila ditemukan aliran sesat tersebut, yakni dengan cara dilakukan pembinaan kemudian dilarang dan ditindak lanjuti.
Belajar dari pengalaman sejarah yang pahit itulah, wajar kalau pada saat ini para pemuka agama mengajukan usul agar terhadap mereka yang menyempal itu dilakukan pendekatan-pendekatan yang lebih sejuk. Perlakukan mereka seperti sebagai saudara sendiri. Berilah mereka penjelasan dengan cara baik-baik.
Tekanan atas usul yang simpatik tersebut sangat layak untuk diprioritaskan oleh kita, khususnya pada saat ini.

Kita sudah punya pengalaman cukup banyak bahwa tindakan yang dikenakan terhadap mereka yang menyempal itu belum ada yang ampuh sehingga dikesempatan yang mendatang tidak akan muncul lagi sempalan yang seperti itu.

Disamping itu munculnya alairan yang menyempal barang kali tidak ada salahnya jika dijadikan sebagai koreksi juga. Paling tidak untuk mengukur, sampai sejauh mana nilai-nilai aspek serta ajaran agama sudah dilaksanakan secara benar. Meskipun ukuran kebenarannya bisa saja hampir nisbih, agama itu sendiri sudah memberikan patokan. Dalam islam, misalnya, salah satu patokannya yang terukur adalah akhlak, tercapainya tingkatan akhlak(manusia) yang mulia telah dicontohkan oleh nabi mehammad sendiri.

Kita berharap, terungkapnya aliran-aliran sempalan belakangan ini akan membuat kita hidup dalam masyarakat yang bersikap lebih dewasa.*

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s