Langkah Berhemat Bahan Bakar

 Berita akan adanya kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang akan mencapai hingga 30% adalah sebagai suatu kenyataan yang mesti kita hadapi. Hal ini dikarenakan kenaikan harga minyak yang terus melonjak. Kenaikan ini tentunya akan berpengaruh kepada segala aspek kehidupan. Secara ekonomi, kenaikan tersebut akan mengakibatkan kenaikan harga-harga dan barang jasa yang bisa tak terkendali. Saat ini saja, harga BBM belum naik, sembako sudah lebih dulu naik. Dapat dipastikan hal ini akan membuat daya beli masyarakat menurun terutama rakyat kecil yang semakin hari semakin sulit membeli kebutuhan pokok untuk hidup. Belum lagi masyarakat sangat disulitkan dengan pengadaan minyak tanah dan gas. Antrian untuk membeli minyak tanah dan gas terjadi di mana-mana dan sekarang antrian BBM (menurun) pun terjadi di berbagai SPBU menjelang kenaikan BBM. Konsekuensi dari keadaan ini semua adalah mau tidak mau semua pihak harus melakukan pengehamatan energi dan efisiensi.

      Karena produksi minyak nasional yang terus merosot dan harga minyak dunia yang terus menanjak salah satu engergi alternatif yang belum mendapat perhatian serius adalah SDE (Sumber Daya Energi) kayu bakar dan briket arang. Ibu rumah tangga, rasanya tidak perlu gengsi untuk memulai penggunaan SDE kayu bahan bakar dari briket arang sebagai energi rumah tangga.

      Penggunaan briket arang dari limbah sebagai energi alternatif jauh lebih murah dibandingkan dengan minyak tanah. Perbandingannya, harga briket arang sekitar Rp. 1.500,- per kg. Satu liter minyak tanah sama dengan 1,5 kg briket arang. Briket arang tahan lebih lama sekitar 3-5 jam, dengan panas lebih stabil.

      Briket arang juga termasuk energi ramah lingkungan karena sisa pembakaran arang briket (abu) sangat baik digunakan sebagai campuran media tanah tumbuh-tumbuhan. Untuk penggunaan SDE bahan bakar, diharapkan pemerintah mengadakan gerakan menanam lahan kritis atau kosong dengan jenis tanaman kayu bahan bakar yang cepat tumbuh atau kaui bakar unggul jika dikelola serius, itu bisa jadi bisnis kayu bakar rakyat yang berwawasan keseimbangan lingkungan.

      Untuk pengguna kendaraan yang langsung akan merasakan dampaknya kenaikan BBM, berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk penghematan bahan bakar agar mengurangi pemborosan pemakaian BBM. Ternyata selain volume mesin, tingkat konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh gaya kita mengemudi, kondisi mesin dan kekerasan tekanan ban. Mengemudilah dengan akal sehat suka ngebut, bermain-main dengan akselerasi adalah sebagian dari gaya mengemudi yang boros bahan bakar. Sebaliknya mengemudi dengan tenang, akselesari lembut dan penempatan gigi perseneleng yang pas bisa menekan konsumsi bahan bakar. Pilihlah rute dengan sedikit kemungkinan macet penggunaan AC dan beban yang berlebihan memaksa mesin bekerja keras. Periksa tekanan angin ban sebelum mobil dipakai. Bila tekanan ban kurang, kerja mesin akan semakin berat, pemakaian bahan bakar otomatis meningkat. Selain dari itu tentu saja pola perawatan rutin harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan secara periodik. (Jeris, FIKOM UK Bandung).*

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s