Warga GCA Reduksi Sampah

YANG pada ngomong masalah sampah, sudah pernah ke GRIYA CEMPAKA ARUM (GCA) belum?? Sok, ke sana gih! Hubungi ibu Rena, Koord. FOKAL (Forum Kader Lingkungan). Saya berani jamin, kalian bakal takjub.

Di sana mungkin satu-satunya daerah di bdg yang reduksi sampahnya gila-gilaan. Hampir 3/4 sampah di TPA-nya berhasil dikomposkan oleh segelintir ibu-ibu. Tanpa dukungan dari pemerintah, karena Pemkot Bandung maunya dibangun PLTSa.

Kompos yang sudah jadi tadi dijual dan cukup untuk membiayai dana pengkomposan sampah berikutnya. Teknis jelasnya silakan kesana. Super dahsyat. Yang saya tau dulu cuma ada di jepang, eh ternyata ada disini.

Aku mahasiswanya Pak ADP. Tapi mau nanya, gimana caranya pak, dengan kadar air yang mencapai 80%, sampah-sampah di bandung dibakar? Apa efisien ya? Apa bisa membakar air? Jangan sampai fenomena blue energy terulang lagi di bdg. Mohon petunjuk pada Bpk sebagai ahli termodinamika.

Buat yang lain, kalau mau merasakan pembangunan di bdg, coba merenung deh. Fakta-fakta yang di koran mah sudah banyak yang dipelintir. Rasain aja, mau katanya pembangunan maju dalam segala bidang, tapi jumlah rakyat miskin meningkat di Bdg. Peringkat kota juga anjlok. Ga percaya? Liat site-nya BPS. Resmi, BPS nasional. Jangan mudah percaya pada propaganda publik.

Aku juga sudah menyiapkan beberapa hal setelah konsultasi dengan Bandung Institute Government Studies (BIGS), LSM yang sudah 9 tahun bergerak dalam pemantauan anggaran di Bandung. Dada Rosada terbukti melakukan inefisiensi anggaran sebesar 30M, atau setara dengan 5/8 dana pendidikan di bdg. Masa’ baju dinas walikota harganya 25 juta? Ga make sense.

Jangan mudah terprovokasi, kawan…

(armyalghifari, armyalghifari@yahoo.co.id).*

3 thoughts on “Warga GCA Reduksi Sampah

  1. Beberapa bulan yang lalu saya sempat dialog panjang lebar dengan Warga GCA. Saya prihatin dengan kemungkinan (besar) PLTSa akan tetap ‘maju tak gentar’ dipaksakan. Semoga perjuangan warga GCA berhasil untuk menggagalkan rencana tersebut.

    Seharusnya pengelolaan sampah di Bandung bukan diproses di akhir, tapi langsung dari sumbernya, sehingga yang tersisa untuk pemrosesan akhir tinggal sedikit. Menurut saya, salah besar jika bermimpi menghasilkan energi listrik dari sampah secara berkelanjutan. PLN saja yang sudah puluhan tahun mengelola listrik di negeri ini kewalahan, padahal bisnisnya fokus di urusan listrik saja. Apalagi pihak pemula di bidang sampah dan listrik mau coba-coba mengelola dua urusan itu sekaligus.

    Artikel terkait: http://kupalima.wordpress.com/2008/06/16/pengelolaan-sampah-harus-dimulai-dari-sumbernya/

    Salam,
    Arry Akhmad Arman

  2. kebetulan sy pernah tinggal di sempaka arum. jadi ngeti sekali apa yg kamu bicarakan. selain warga, Kasihan juga pengembang disana. Udah daerahnya dijepit ama jalan tol, plus pembangunan kanal…padahal awalnya bakal investasi yg bagus tapi tiba tiba mau didirikan PLTS. Dimana dimana, apabila kawasan itu banyak sampah maka harga tanah pun ngedrop sampai dijual ke oran buta aja ngak laku…huhuhuhuhu

  3. Data-data real seperti ini yang kita butuhkan..bukan cuma klaim2an ..tos karasa..tos berhasil…berpengalaman…tanpa ada data pendukung real dilapangan..heran masyarakat kota bandung kok masih kemakan sama program normatif tanpa kerja real …

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s