Soal Mobil Baru, Dada-Ayi Dinilai Tidak Peka

Mantan Direktur Bandung Institute Government Studies (BIGS) yang juga pengamat anggaran Dedi Haryadi menilai pengadaan empat kendaraan baru untuk wali kota Bandung dan wakilnya ini sebagai tidak tepat waktu. “Meski hal itu disetujui DPRD menurut saya itu mencerminkan sebuah sikap atau pilihan yang tidak peka dengan kesulitan dan kegelisahan masyarakat yang ada di bawah,” kata Dedi saat dihubungi Tribun, Kamis (11/9) malam.

Sekalipun kebijakan itu tidak melanggar hukum karena disetujui DPRD, wali kota maupun wakil walikota seyogyanya bersikap lebih  memprioritaskan penggunaan anggaran untuk masyarakat daripada dipakai mobil mewah. “Kendaraan yang dulu juga saya kira masih sangat layak,” imbuh Dedi. Pengamat politik dari Unpad Indra  Prawira menilai pengadaan kendaraan dinas untuk pejabat itu wajar-wajar saja.

Jaman sekarang kan paradigmanya pemimpin itu pelayan masyarakat, menurut saya mobil senilai Rp 250 juta wajar-wajar saja, asal jangan mobil Camry aja,” katanya. (tribunjabar.co.id).*

One thought on “Soal Mobil Baru, Dada-Ayi Dinilai Tidak Peka

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s