Bandung Beku, Statis, No Change!

dada-ayi

“Bandung tidak akan perubahan yang signifikan sebab rezim sekarang hanya melanjutkan program lama, bahkan bisa lebih buruk karena tidak ada target lima tahun ke depan.” Demikian penilaian Direktur Tepas Institute, Roni Tabroni, di Bandung (27/1), kepada BandungNews.

Dikatakannya, apa yang dilakukan Dada saat ini paling minimal tidak sama dengan periode sebelumnya atau bahkan lebih buruk. hal ini mungkin terjadi sebab lima tahun ke depan Dada tidak memiliki kesempatan lagi untuk menjadi Walikota.

Salah satu bukti yang memalukan saat ini, menurut Roni, adalah temuan Transparancy Internasional Indonesia (TII) yang merangking Kota Bandung termasuk Kota terkorup nomor delapan di Indonesia. “Hal ini bukan saja memalukan, tetapi sangat merusak nama baik Kota Bandung yang saat ini terkenal dengan Paris Van Java,” katanya.

Kelemahan pemerintah Kota juga ditunjukan dengan buntunya TMB. Pemerintah seperti tidak punya gagasa kreatif dan berani menghadapi para pengusaha angkutan umum. “Kalau mau membuat terobosan harus dipilirakan dulu akibatnya, kemungkinan penolakan dan alternatifnya. Jangan sampai ada kebijakan yang ditarik kembali hanya karena tekana segelintir orang.” katanya. Hal ini juga menunjukan bahwa kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung sangat lemah tidak tidak punya gagasan bagus.

Saat terpilih kembali jadi Wali Kota, Dada Rosada menyatakan akan langsung bekerja meneruskan 7 program prioritas dan 5 gerakan yang dicanangkannya pada periode pemerintahan sebelumnya. “Tidak usah menunggu 100 hari, sehari juga langsung kerja,” ujar Dada saat itui kepada pers.

Nyatanya, kini popularitas 7 program prioritas itu kini pudar karena hanya didengungkan saat kampanye. Utamanya program Bandung Agamis 2008, sama sekali tidak terwujud karena memang konsepnya tidak dimiliki Pemkot/Dada. Sebuah sumber BN menyebutkan, konsep Bandung Agamis itu disusun oleh seorang cendekiawan Muslim Kota Bandung dan ia menyimpannya.

Belakangan, desakan kepada Wali Kota Bandung Dada Rosada untuk segera melakukan mutasi sejumlah pejabat eselon II, terus bergulir. Sejumlah pihak menilai, belum ada terobosan baru terkait pelayanan publik pada 100 hari masa kepempimpinan Dada-Ayi. “100 hari masa kerja Dada-Ayi sudah lewat, tetapi belum ada gebrakan yang berarti. Belum ada terobosan baru yang dilakukannya,” kata Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Aceh, Senin (5/1).

Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkot Bandung. Di antaranya penegakan Perda K3 (Ketertiban, Kebersihan, Keindahan), penataan tata ruang, kemacetan (transportasi), perizinan, dan peningkatan pendapatan.

“Selama ini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SPKD) yang menangani bidang tersebut belum mampu menunjukkan kinerjanya. Kinerjanya masih patut dipertanyakan. Itu juga yang sering dikeluhkan oleh masyarakat,” kata Tedy.

Tedy mengatakan, masyarakat semakin kritis. Mereka menginginkan pelayanan publik yang lebih baik. Saat ini masih banyak keluhan yang dilontarkan masyarakat terhadap kinerja Pemkot Bandung. “Itu berarti masih banyak SKPD yang harus ditingkatkan kinerjanya. Termasuk mengganti kepalanya,” tutur Tedy.

Kendati ada yang tidak diganti, lanjut Tedy, namun pejabat tersebut harus membuat kontrak kerja baru agar kinerjanya dapat ditingkatkan.

Suara masyarakat
Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bandung, Aat Safaat Hodijat mengatakan, Wali Kota Bandung H. Dada Rosada harus mempertimbangkan suara masyarakat. Saat ini banyak keluhan yang datang dari masyarakat terhadap kinerja Pemkot Bandung, terutama soal pelayanan publik.

“Keluhan tersebut harus menjadi masukan bagi wali kota. Masyarakat masih mengeluhkan lambatnya proses perizinan. Termasuk masih banyaknya pungutan yang dilakukan oleh petugas perizinan. Saat ini banyak yang telah menandatangani Pakta Integritas, tetapi masyarakat tidak mengerti tentang hal itu. Bagi masyarakat yang penting faktanya. Berarti SKPD yang dikeluhkan harus tinjau,” katanya.

Selain itu, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) harus dilibatkan dalam proses mutasi pejabat. Kabar yang beredar di Pemkot Bandung, mutasi diperkirakan akan dilaksanakan pada 16 Januari mendatang.*

One thought on “Bandung Beku, Statis, No Change!

  1. Terpredikisinya dari semula akan terjadi stagnan terwujudlah sudah, jadi sudah tidak ada kejutan lagi.

    Balas budi pada pemenangan pilkada bagi yang terkait diutamakan dan didahulukan, lain hal yang menyangkut urusan kepentingan/kebutuhan publik digeser dulu, walau urgensinya emergensi sekalipun.

    Doakan saja semoga terbuka pintu hatinya ……

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s