Daarut Tauhiid Minta Maaf Pada Keluarga Lasty

aa_gym_2BANDUNG, TRIBUN-Pihak Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) menyatakan telah meminta maaf pada keluarga Lasty Anisa (32) yang saat ini tinggal di Komplek Parahyangan Permai Gegerkalong. Lasti adalah orang tua Sari (6), bukan nama sebenarnya, yang belum lama ini dikabarkan telah menjadi korban pelecehan seksual Raden, pemuda yang sempat tercatat sebagai salah seorang santri di DT.

“Pihak DT telah meminta maaf terhadap keluarga korban terkait kasus tersebut. Raden sendiri secara lisan telah meminta maaf kepada DT,” ujar Farihin, Humas DT, siang tadi.

Farihin mengatakan, Raden masuk DT mengikuti jejak kakaknya, Romi, beberapa tahun lalu. Sehari-hari Raden dikenal sebagai pemuda yang sopan, ia berjualan di depan DT.

Namun, sejak beberapa waktu lalu, terang Farihin, Raden tak lagi tercatat sebagai santri di DT, baik santri mukum maupun santri karya.

“Kami tidak mengetahui keberadaannya. Ia menghilang entah ke mana,” ujar Farihin.

Pihak DT sendiri menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan pelecehan seksual tersebut kepada pihak berwenang.

“Siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum tentu harus ditindak. DT tak akan menghalanginya, dan ini berlaku bagi semua santri DT jika mereka bermasalah dengan hukum,” tegas Farhin.

Pelecehan yang diduga dilakukan Raden kepada Sari terjadi, Sabtu (28/2).
“Awalnya saya tidak percaya, tapi setelah mendengar langsung cerita dari anak, saya syok. Tidak pernah menyangka, orang yang sudah saya anggap keluarga sendiri berani melakukan itu,” kata Lasty Anisa sebagaimana disiarkan Tribun Jabar edisi cetak, hari ini.

Lasty menuturkan, peristiwa berawal ketika Raden meminta izin kepada suaminya untuk membantu-bantu di rumah. Alasannya pada hari Kamis hingga Minggu di DT sangat ramai. Agus, suami Lasty, tidak keberatan terlebih saat yang sama, Lasty dan Agus memiliki urusan bisnis ke luar negeri. Namun,s ebelum pergi ia menitipkan putrinya kepada tantenya, Siti.

Sepulang dari berpergian, ia mendapatkan cerita dari Siti kalau putrinya dicium dan dipeluk Raden. Lasty tak percaya dengan cerita itu. Ia mengenal Raden sebagai pria yang baik. Namun, ketika ia bertanya kepada putrinya dengan polos Sari menceritakan semua tindakan yang dilakukan Raden kepadanya.

Kepada ibunya, Sari mengaku dicium, dipeluk dan kemaluan Raden diarahkan ke tubuh Sari. Anak itu berontak dan akhirnya berhasil melepaskan diri dari pelukan Raden.

“Anak saya bilang, dia (Raden, red) jorok, jijik,” katanya.

Mendapati cerita pahit, Lasty lalu memberitahukan kepada pimpinan yayasan Ponpes DT, KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Harapannya Aa Gym akan datang dan memberikan solusi atas kejadian tersebut. Aa Gym kemudian menelepon ke rumah Lasty. Ia meminta pejelasan Raden apakah ia melakukan perbuatan tercela itu. Kepada Aa Gym, Raden menangis dan mengakui semua perbuatannya.

“Dia sudah mengaku, dia harus dikasih sanksi supaya tobat. Terserah ibu Lasty,” kata Lasty mengutip penyataan Aa Gym.

Setelah itu, ada beberapa orang suruhan Aa Gym datang ke rumah Lasty menanyakan kejadian itu kepada Raden. Raden memberikan pengakuan yang sama, bahwa ia telah melakukan pelecehan seksual. Namun saat dijumpai Tribun di Kompleks Daarut Tauhiid, Jl Gegerkalong Girang Bandung, seusai salat Jumat, Aa Gym mengaku belum memperoleh informasi apapun terkait dugaan kasus pelecehan tersebut. Ia pun meminta media tidak mencari-cari kesalahan pada yayasannya itu.

“Saya baru tahu informasi itu saat ini, jangan terlampau mencari-cari sesuatu yang nggak jelas, bisa-bisa malahan jadi fitnah. Saya tuh udah capek dengan kabar-kabar yang tak karuan, kasihan umat yang telah membangun DT cukup lama. Bisa saja fitnah itu terbebas dari hukuman di dunia ini, tapi kan kalau di akhirat nanti pasti tidak akan luput dari hukuman,” ujarnya.

Aa Gym menyebutkan pihaknya baru saja melakukan pertemuan khusus dengan staf direksi serta segenap pimpinan yayasan, namun sama sekali pihaknya tidak memiliki informasi terlebih membahas masalah dimaksud.

Lasty dan Agus mengaku, sebenarnya merasa kasihan dengan Raden. Mereka berkali-kali mengirimkan SMS kepada Aa Gym untuk bertemu dan membicarakan solusi pemasalahan yang menimpa putrinya. Namun hingga siang kemarin Aa Gym tak membalas SMS-nya.

“Saya bukan mau cari sensasi, karena saya juga dari sana (DT, red). Tapi saya sudah SMS sampai tiga kali ke Aa Gym tak pernah dibalas. Jika anda dalam posisi seperti saya, pasti anda bisa merasakannya,” kata Agus yang berencana menyerahkan persoalan kepada kuasa hukumnnya.(tribunjabar.co.id).*

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s