Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Jalur Sepeda Bandung

TEMPO Interaktif, Bandung – Satuan Tindak Pidana Korupsi Kepolisian Daerah Jawa Barat tengah menyelidiki dugaan korupsi dana pembuatan jalur khusus sepeda Kota Bandung sepanjang sekitar 8 kilometer yang melahap anggaran mencapai Rp 2 miliar. Berkaitan dengan penyelidikan ini, sejak pekan lalu polisi sudah memanggil antara lain pemimpin pelaksana kegiatan dan Kepala Dinas Bina Marga Kota Bandung Iming Akhmad.

Kepala Unit II Satuan Tindak Pidana Korupsi Polda Jawa Barat Komisaris Famadachi menjelaskan, penyelidikan kasus dugaan pembuatan jalur khusus sepeda dengan cara mengecat bahu jalan selebar sekitar 1 meter dengan cat warna biru itu untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

Laporan itu antara lain menyebutkan, cat warna biru yang digunakan untuk menandai jalur sepeda diduga menyimpang dari ketentuan jenis dan kualitas cat yang semestinya digunakan.

“Jalurnya sekarang kan pudar, jadi perlu penyelidikan dulu, apakah spec catnya sudah sesuai atau belum. Kalau catnya sesuai kan pasti jalurnya akan tahan lama, tidak pudar seperti sekarang,” kata Famadachi di kantornya kemarin. Jalur khusus sepeda itu dibuat dan dioperasikan sejak Agustus 2010.

Selain itu, ia melanjutkan, dana pembuatan jalur sepeda diambil dari mata Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bandung 2010, yang peruntukannya tidak sesuai. Dana yang digunakan berasal dari mata anggaran Dinas Bina Marga untuk pembuatan gorong-gorong, yang peruntukannya bukan untuk pembuatan jalur sepeda.

“Pos anggaran khusus untuk pembuatan jalur sepeda itu tidak ada. Tapi kemudian dari anggaran untuk pembangunan gorong-gorong dialokasikan untuk pembuatan jalur sepeda, Rp 600 juta,” Famadachi menjelaskan. Kemarin seharusnya Iming Akhmad dimintai keterangan, tapi hingga siang ia tak muncul. “Pemeriksaan hari ini untuk yang pertama kali,” katanya.
Warna biru pada jalur sepeda itu kini memang terlihat pudar. Tempo, yang kemarin menelusuri jalur ini dengan bersepeda dari Gedung Sate hingga Jalan Ir Juanda, melihat cat biru sudah pudar sejak dari depan Gedung Sate.
Sepanjang Jalan Juanda, jalur ini dibuat di atas trotoar, sehingga relatif masih terlihat berwarna biru, meski sudah pudar di sana-sini. Jalur ini pun tak steril karena di beberapa titik terdapat pedagang kaki lima dan mobil yang parkir ikut menghalanginya. Penanda jalur sepeda yang dicat warna putih pun terlihat seadanya.

Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, saat dimintai komentarnya, mengatakan belum mengetahui apakah anak buahnya ada yang dipanggil polisi untuk penyelidikan dugaan korupsi pembuatan jalur sepeda. “Belum, saya belum tahu,” ujarnya kepada Tempo kemarin. Namun Ayi mengakui pengecatan jalur sepeda itu hasilnya mengecewakan, tanpa memerinci apa yang disebutnya mengecewakan itu.
Sementara itu, Iming Akhmad, yang dicoba dihubungi, belum membalas telepon dan menjawab pesan pendek yang dikirim Tempo.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s